Jumat, 06 Juni 2014

Pola Kawung Batik Indonesia

Pola Kawung Batik Indonesia. Pola batik ini sebenarnya dapat digolongkan dalam motif ceplokan, tetapi karena kunonya dan juga karena sifat-sifatnya yang tersendiri dijadikan golongan terpisah.

Pola ini tergolong kuno, hal ini dapat dilihat pada pahatan/ukiran Candi Prambanan yang didirikan kira-kira pada abad VII Masehi dan juga pada beberapa lain. Ada yang menggembalikan pola ini kepada buah pohon aren atau kawung, Tetapi Rouffaer misalnya berpendapat bahwa pola kawung berasal dari suatu pola kuno yang lain yaitu pola grinsing. Pola grinsing ini telah disebut dalam sumber-sumber tertulis silsilah raja yang bernama Pararaton (abad ke 14). Pola yang terdiri atas lingkaran-lingkaran kecil dengan sebuah titik didalamnya tersusun seolah-olah sisik ikan atau ular, menjadi penghias latar/atau dikombinasikan dengan motif lain.

Sumber-sumber dari Jawa Timur tahun 1275 menyebutkan bersamaan dengan motif wayang, misalnya grising . Grising inilah kemudian serta berubah menjadi pola batik kawung. Pola kawungan bermacam-macam ragamnya, berbeda menurut besar kecilnya ukuran yang dipakai, sangat digemari oleh keraton Yogyakarta tempat ia pernah menjadi pola larangan, artinya yang dalam bentuk murninya hanya boleh dipakai oleh Sri Sultan serta keluarganya yang terdekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar