Rabu, 04 Juni 2014

Sejarah singkat batik Indonesia

Sejarah singkat batik Indonesia. Ada berbagai pendapat tentang asal-usul batik. Pengarang-pengarang asing sampai abad XX sebagian berpendapat bahwa seni batik berasal dari luar Indonesia, misalnya dibawa oleh para pendatang dari India Selatan. Asal-usul ini bahkan jika ditarik lebih jauh lagi sampai kepada zaman sebelum datangnya pengaruh kebudayaan Hindu di Nusantara, Bersumber dari kebudayaan Mesir dan Persia Kuno. Sebagian pengarang yang berpendapat lain mempertahankan pendirian bahwa seni batik berasal dari Indonesia sendiri. pendapat terakhir ini patut mendapat dukungan berdasarkan bukti-bukti bahwa seni batik itu berasal dar daya cipta penduduk kepulauan Nusantara. Dari penelusuran sejarah nusantara didapat bukti bahwa dasar-dasar teknik batik yaitu menutup bagian-bagian kain atau bahan yang lain yang tidak akan diberi warna, tidak hanya terdapat di kepulauan jawa dan madura atau daerah lain yang dianggap mengalami pengaruh kebudayaan hindu saja, namun juga ditemukannya teknik-teknik "penutupan" di daerah Toraja, Flores, Halmahera, bahkan Irian (Papua).
Demikian pula dengan pemberian warna dengan jalan mencelup merupakan cara yang telah lama dikenal, menggunakan bahan-bahan atau zat-zat warna yang tumbuh dan berasal dari berbagai pulau di Nusantara. Zat warga indigo disebut juga tarum, tom atau nila sudah ada sejak zaman dahulu. Kerajaan Tarumanegara yang berdiri pada abad V masehi dapat menjadi petunjuk bagi kita tentang adanya tumbuh-tumbuhanan tersebut di Indonesia pada zaman dahulu. Mengkudu (Morinda citrofolia) yang dipakai untuk mendapat warna merah adalah tumbuhan yang tidak terdapat di daratan India. Kulit kayu-kayuan yang menghasilkan warna coklat atau yang lebih terkenal dengan nama Soga (Pelthophorum ferugineum benth) yang cemerlang itu berasal dari berbagai pulau, diantaranya Sulawesi. Lilin lebah, bahan utama sebagai penutup dalam proses membatik, berasal dari palembang, Sumbawa, dan Timor, yang memasang sejak lama telah dikenal peamar mata meliharaan lebahmadu. Demikian pula damar mata kucing pencampur lilin, berasal dari Kalimantan dan Sulawesi.
Bukti lain yang memperkuat pendapat di atas misalnya cara mencelup dalam cairan warna merah mengkudu yang dingin merupakan perbedaan yang tajam dengan proses pemberian warna yang lazim di India Selatan yang memakai cairan panas atau mendidih sebagai salah satu tahap dalam pemberian warna.
Canting tulis merupakan alat khas seni batik di Indonesia. Pemakaian alat-alat yang memberi corak tersendiri pada seni Indonesia seperti canting, merupakan faktor utama yang membedakan anatara hasil seni batik Indonesia dan kain-kain berwarna dari India Selatan yang memakai stempel atau pena kayu
Dilihat dari ragam hisa/pola hiasnya, seni batik Indonesia banyaknya memeakai pola yang berasal dari flora dan fauna Indonesia, yang dalam perkembangannya banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan asing, sedangkan pola geometris memperlihatkan garis serta gaya yang dikenal di seluruh Nusantara.
Jadi tidak dapat dipungkiri sejarah batik Indonesia merupakan budaya asli Bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar